Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan

Pertautan Ekonomi dengan Lingkungan


Haji Sudin menyingkap pintu penutup kumbung tempat budidaya jamur merang. Ruangan dengan rak-rak yang bertabur jamur putih ini berhawa hangat. "Jamur itu seperti bayi," ujar Sudin, "kalau terlalu panas, tidak bisa tumbuh. Kurang lembab juga bisa mati."

Deretan kumbung tersebut tertata rapi di kampung jamur merang terpadu Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sentosa, Desa Sukamulya, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat. Dengan anggota sembilan orang, kumbung-kumbung itu menghasilkan jamur merang secara rutin.

Hasilnya, bisa menambah pendapatan per bulan bagi anggota KUB. Sebelum membudidayakan jamur, Sudin yang bekerja sebagai petani ini hanya memperoleh penghasilan dari bercocok tanam. "Panen hanya dua kali setahun."

Untuk setiap kali panen, Sudin memerlukan waktu 40 hari. "Dua puluh hari penyiapan bahan tempat tumbuh, dua puluh hari panen."

Bahan-bahan tempat tumbuh juga banyak tersedia di Sukamulya: jerami padi. Setelah panen, jerami dibeli dari petani, lantas dikompos. Setelah siap, dimasukkan dalam rak-rak di kumbung. "Lalu disterilkan agar jamur bisa tumbuh. Setelah itu, benih jamur ditebar," jelas Sudin yang juga bendahara KUB ini.

Harga satu kilogram jamur merang kelas super senilai Rp 23.000 sedangkan yang baru mekar atau BS hanya Rp 12.000. Bila bahan disiapkan dengan baik, sekali panen bisa memperoleh hasil 2 kwintal. Pembeli tinggal datang mengambil dan memasarkan ke tempat lain. "Rata-rata dapat Rp 3 juta sekali panen. Untuk operasional budidaya jamur, kira-kira perlu biaya Rp 1 juta."

Nah, jamur kelas dua ini lantas diolah untuk menjadi makanan: mi ayam rasa jamur, roti isi jamur, bolu isi jamur.

Para ibu mengolah jamur ini, yang lantas dipasarkan ke lingkungan sekitar. "Kalau ada pesanan partai besar, kita kerjakan bersama-sama," jelas Rukaya, ketua Kelompok Mawar. Sebagian makanan olahan jamur ini juga dijual di warung Nadia Mawar, yang berada di seberang koloni kumbung jamur.

Budidaya jamur merang yang berlangsung sejak 2012 ini punya manfaat lain. Jerami yang dulu hanya dibakar, kini bernilai ekonomi. "Jadi membuat polusi, desa penuh asap," kisah Sudin.

Bekas media tanam jamur juga bisa dijadikan kompos untuk lahan pertanian. "Kita diamkan dulu agar dingin. Kalau langsung digunakan tanaman bisa mati," imbuh Sudin. Lahan sawah yang dikompos lebih gembur dan banyak cacingnya.

Sudin menuturkan, kelompok ini sempat mengalami kegagalan saat pertama membudidayakan jamur merang. "Setelah itu, disediakan ahlinya oleh PT Pertamina EP," jelasnya, "jadi kalau ada kendala tinggal bertanya, menelepon."

Rintisan budidaya jamur ini sebagai bentuk kerjasama PT Pertamina EP Field Subang dengan kelompok tani. Sebelum terbentuk KUB, Sudin dan kawan-kawannya memang membentuk kelompok tani Mulya Abadi. Dari situ, lantas diadakan pelatihan budidaya jamur, administrasi KUB, dan pembuatan roti untuk ibu-ibu.

Sebagian hasil panen jamur disumbangkan ke kelompok untuk biaya operasional KUB, tabungan dan membayar sebagian biaya pembuatan kumbung. Biaya pembuatan satu kumbung, sebagian ditanggung anggota, sebagian lagi didukung oleh PT Pertamina. "Kita sudah sepakat dengan anggota, dua kali panen padi, biaya kumbung sudah lunas," imbuh Sudin.

Menurut Sudin, manfaat budidaya jamur merang ini tak hanya menambah pendapatan, tetapi juga bagi lingkungan dan menyuburkan lahan pertanian.

(Agus Prijono)
0 komentar

Alasan Tidak Boleh Banyak-Banyak Makan Nasi

Seperti kita ketahui bahwa karbohidrat dapat memicu pelepasan insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur dan mengendalikan gula darah. Insulin juga berperan dalam perkembangan sel-sel dalam tubuh. Termasuk sel-sel otot dan lemak.

Insulin melakukan ini dalam berbagai mekanisme berbeda, namun dua yang paling penting adalah regulasi insulin dari lipoprotein lipase (LPL) dan hormone-sensitive lipase (HSL) seperti dilansir situs duniafitnes. LPL memiliki fungsi serupa dengan glucosa transporter (GLUT), yakni menarik gula dari sel lemak dan otot untuk diubah menjadi energi atau disimpan sebagai lemak dalam sel lemak dan sebagai glikogen dalam sel otot.

Dengan sifat yang serupa dengan GLUT, LPL juga diregulasikan oleh insulin tapi hanya di dalam sel lemak saja. Ketika kadar insulin meningkat, LPL di dalam sel lemak juga turut meningkat sehingga memungkinkan LPL untuk menarik sel-sel lemak keluar.

Insulin memilki efek sebaliknya dalam sel otot. Ketika insulin naik, tubuh akan menurunkan fungsi dan konsentrasi LPL dalam otot. Kerugiannya adalah, otot tidak dapat membakar lemak secara efisien dan lemak yang tidak terpakai akan disimpan kembali di dalam sel lemak. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition melaporkan bahwa orang yang sarapan pagi dengan makanan berkarbohidrat tinggi, sel-sel otot mereka lebih sulit membakar lemak. Menerapkan diet rendah karbohidrat, tinggi protein dan cukup lemak sehat sepertinya bisa menjadi langkah paling bijaksana untuk mencapai goal Anda menurunkan berat badan. (sumber ROL)
0 komentar

Hindari Penggunaan Plastik Hitam


Plastik hitam mengandung zat kimia yang berbahaya. Penggunaannya dalam jangka panjang bisa memicu kanker.

Anda mungkin sering menggunakan kantong plastik atau keresek. Beragam pelastik beredar di pasaran. Tetapi, sebaiknya Anda hindari pemakaian plastik berwarna hitam.

Menurut Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr Roy Sparringa, plastik hitam yang merupakan produk daur ulang itu tidak direkomendasiskan untuk mengemas makanan.

Hal itu karena umumnya sumber plastik daur ulang yang digunakan tidak dapat ditelusuri penggunaan asalnya. Sehingga, tidak dapat dijamin keamanannya untuk menjadi kemasan langsung bersentuhan dengan makanan.

Roy menjelaskan, dalam tiap kesempatan, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar menghindari plastik hitam untuk mengemas pangan siap santap. 

Artinya, penggunaan plastik hitam tersebut diperbolehkan selama dibungkus dengan kemasan lain primer yang sesuai. “Jika begitu, tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Imbauan itu, ungkap Roy, merujuk pada Peraturan Kepala BPOM 2011 tentang Pengawasan Keamanan Pangan. Dalam Pasal 10 disebutkan, kemasan pangan dari plastik daur ulang hanya dapat digunakan sebagai kemasan pangan setelah memenuhi proses daur ulang.

Daur ulang juga diproses dengan sistem jaminan kualitas dengan jaminan yang memenuhi ketentuan. Poin pentingnya ialah penulusuran asal-usul sumber plastiknya (traceability). “Harus dilacak peruntukan bahan plastik sebelum daur ulang,” tuturnya.

Selain itu, produk daur ulang yang dihasilkan harus tetap memiliki mutu yang sama dengan plastik murni atau plastik yang belum pernah terpakai. Sehingga, dapat memenuhi persyaratan keamanan kemasan pangan.

Auditor LPPOM Dr Chilwan Pandji mengatakan, kemasan plastik berwarna hitam dalam kacamata syari dianggap tak memenuhi prinsip ketayibanlantaran mengandung bahan kimia yang membahayakan.

Masyarakat pun diimbau tidak memakai plastik tersebut untuk membungkus langsung makanan, tanpa lapisan apa pun.

Chilwan menyebut, sayangnya tak sedikit masyarakat membeli gorengan yang dibungkus langsung dengan plastik hitam.

Padahal, plastik daur ulang yang tidak jelas bahan sumbernya itu telah diteliti dan mengandung zat karsinogen.

Zat berbahaya itu dapat membentuk sel kanker. Secara lambat laun, zat tersebut akan tertimbun di dalam tubuh dan mengakibatkan kanker.

Terkait ini, MUI memang belum mengeluarkan fatwa haram. “Kita akan kaji sesuai kriteria dan syaratnya,” tuturnya.

Sementara itu, dikutip dari chipstoru @halalcorner, Auditor LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan, plastik sebagai pembungkus makanan tidak hanya dinyatakan kurang aman lantaran ketidaksempurnaanketayibannya, tetapi juga kritis dari segi kehalalannya.”

Proses produksi plastik, ujar Muti, menggunakan bahan adiktif atau tambahan, yaitu slip agent atau rubricant oil.

Bahan adiktif tersebut bisa didapatkan dengan bahan dasar tumbuhan atau hewani. Perusahan lebih memilih lemak dari hewani. “Lemak dari tumbuhan harganya cukup mahal,” katanya.

Lemak hewani itu biasanya diambil dari lemak sapi dan babi. Karenanya, umat Islam diminta waspada menggunakan plastik hasil baru ataupun daur ulang. (Republika OnLine)
0 komentar

RAGAM METODE PENYULUHAN (4)

8. Pertemuan umum 

Metode pertemuan umum sebenarnya tidak banyak berbeda dengan metode pertemuan kelompok. Bedanya adalah : 
  • Pada umumnya diselenggarakan pada tempat terbuka, sehingga dapat menampung jumlah peserta yang jauh lebih besar dibanding pertemuan kelompok. 
  • Karena jumlah peserta sangat banyak, kepada sasaran sama sekali tidak ada kesempatan untuk menyampaikan pendapat pribadinya sendiri. 
  • Karena itu metode pertemuan umum hanya efektif untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran guna membangkitkan kesadaran dan minat sasaran penyuluhan kehutanan. 
Sebagai metode penyuluhan kehutanan, dalam mengadakan pertemuan umum harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 
  • Harus menarik perhatian masyarakat luas 
  • Pembicara harus memiliki kualifikasi yang baik 
  • Dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sesuai 
9. Pameran 

Pameran merupakan media penyuluhan kehutanan pertanian yang digunakan sebagai pelaksanaan dari metode penyuluhan kehutanan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak terbatas hanya kepada petani, tetapi juga orang yang bukan petani. Di dalam pameran akan dijumpai berbagai macam visual aid (perlengkapan visual) yang digunakan secara tunggal atau kombinasi. 

Tujuan dari pameran pembangunan hutan adalah : 
  • Memperlihatkan fakta dengan dasar memberi informasi kepada pengunjung 
  • Memperlihatkan suatu acara artinya mengajar bagaimana cara mengerjakannya 
  • Memajukan suatu usaha 
  • Memperkenalkan hasil-hasil usaha, memperlihatkan hasil yang dicapai, yang kuantitas dan kualitasnya baik, dan lain-lain. 
Manfaat dari penerapan metode pameran ini adalah karena pemeran ini dapat diselenggarakan sebagai wujud pangharapan pemerintah terhadap karya dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan nasional, sekaligus sebagai sarana hiburan bagi warga masyarakat luas yang pada umumnya sangat langka atau tidak terjangkau oleh masyarakat lapisan bawah sehingga penyelenggaraan pameran itu sendiri dapat lebih mendorong seluruh warga masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan kehutanan, karena mereka juga merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya. 

10. Pertunjukan 

Penyuluhan kehutanan dengan metode pertunjukan adalah kegiatan penyuluhan kehutanan yang dikaitkan dengan penyelengaraan suatu pertunjukan (kesenian), baik yang dilaksanakan khusus untuk keperluan penyuluhan kehutanan, atau pun yang dilaksanakan dengan menyampaikan pesan-pesan yang diinginkan. 

Penyuluhan kehutanan dengan metode pertunjukan, juga tidak akan efektif jika : 
  • Pertunjukan itu sendiri tidak menarik untuk ditonton baik dari cerita maupun pemerannya. 
  • Cerita yang begitu memikat perasaan penonton untuk larut di dalam setiap adegan atau alur ceritanya. 
  • Penyampaian pesan oleh pemesan yang kurang baik. 
Sebagai metode penyuluhan kehutanan, metode ini mampu digunakan untuk mempengaruhi sikap pengetahuan dan bahkan keterampilan-keterampilan tertentu. Sehingga umumnya sangat efektif untuk menggugah kesadaran, menumbuhkan minat, menilai atau bahkan bagi sasaran dalam tahapan mencoba (meskipun sangat kecil manfaatnya). 

11. Siaran radio 

Radio adalah media komunikasi secara lisan yang sifatnya tidak langsung. Pemberi informasi tidak dapat dilihat atau tidak berhadapan yang diberi informasi. Melalui media radio dapat diselenggarakan siaran pedesaan yang materi siarannya menyangkut penerangan dan penjelasan mengenai suatu teknik pemanfaatan lahan/hutan, dilengkapi dengan tanya jawab. 

Kelemahan penggunaan metode siaran radio adalah : 
  • Masyarakat sasaran relative sulit menangkap dan memahami pesan-pesan yang hanya diterima melalui pendengaran saja. 
  • Sering sulit didengar bila terjadi gangguan dalam penyiaran. 
  • Kesulitan dalam merancang program siaran yang sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat sasarannya. 
12. Siaran televisi 

Metode siaran televisi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode siaran radio, hanya saja di sini dipakai televisi sebagai media komunikasi yang digunakan oleh penyuluh kehutanan maupun masyarakat sasarannya. 

Berbeda dengan siaran radio, penggunaan TV sebagai media penyuluhan kehutanan karena masyarakat sasaran tidak hanya mendengarkan suara penyuluh kehutanan, tetapi dapat pula melihat dan memperhatikan segala peragaan yang ingin diungkapkan oleh penyuluh kehutanan baik melalui suara, gerakan-gerakan, maupun cintoh-contoh, bahkan demonstrasi-demonstrasi atau percakapan. Dengan demikian, penyuluhan kehutanan dengan menggunakan metode siaran TV dapat pula dinikmati oleh sasaran.
0 komentar

RAGAM METODE PENYULUHAN (3)

5. Demonstrasi 

Metode demonstrasi, sering kali dipandang sebagai metode yang paling efektif. Karena metode seperti ini sesuai dengan kata pepatah “ dengan melihat kita menjadi percaya “. Artinya, di dalam kegiatan penyuluhan kehutanan, kepada sasaran kegiatan penyuluhan kehutanan perlu ditunjukkan bukti-bukti yang nyata yang dapat dilihat dengan mata kepala mereka sendiri, agar mereka mempercayai segala sesuatu, yang disuluhkan. Bila mereka sudah percaya, mereka pasti lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya. Oleh sebab itu, metode demonstrasi hampir selalu diterapkan setidak-tidaknya pada tahapan minat dan menilai, karena memerlukan biaya yang relatif mahal. 

Metode demonstrasi ada tiga macam yaitu demonstrasi cara, demonstrasi hasil, dan demonstrasi cara dan hasil. Meskipun demonstrasi ini merupakan metode yang efektif, bukan berarti bahwa metode demonstrasi ini mudah dilaksanakan, sebab selain memerlukan biaya yang relatif besar, pelaksanaan demonstrasi ini menuntut banyak persyaratan yang seringkali sulit dipenuhi. 

6. Metode pertemuan kelompok 

Termasuk dalam metode pertemuan kelompok adalah ceramah, diskusi dan kursus atau pelatihan. 
a) Ceramah 
Metode ceramah umumnya diselenggarakan dalam suatu tempat dengan suasana yang cukup menunjang terselenggaranya suasana pembicaraan yang komunikatif. Ruangan yang tersedia relatif cukup luas dengan kapasitas tampung 50-500 orang. Pada kegiatan pertemuan yang metode ceramah, penyuluh kehutanan sebaiknya hanya menyampaikan pokok-pokok pikiran yang akan disampaikannya dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada sasaran penyuluh kehutanan untuk menyampaikan tanggapan terhadap hal-hal yang disampaikan, dengan catatan hal-hal yang disampaikan yang berupa pokok pikiran tadi dikuasai penjelasannya secara mendetail oleh penyuluh. 

Karena jumlah sasaran penyuluhan cukup besar maka diperlukan alat bantu yang menunjang kelancaran pertemuan baik berupa materi tertulis maupun gambaran yang terproyeksi yang memiliki ukuran yang cukup besar. Jika peralatan tidak tersedia, penyuluh kehutanan harus pandai membaca situasi dan berusaha untuk menarik perhatian para hadirin untuk memperhatikan materi yang disuluhkannya. Waktu ideal untuk penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dengan metode ceramah ini maksimum 1 – 2 jam. 

b) Kuliah 
Metode kuliah tidak jauh beda dengan metode ceramah, penyuluh relative mendominasi kesempatan berbicara dan menggunakan alat peraga. Perbedaannya, yaitu : 
  • Pada umumnya diselenggarakan di dalam ruangan tertutup 
  • Jumlah sasaran relative terbatas (maksimum 50 orang) 
  • Sasaran penyuluh kehutanan relative memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menyampaikan tanggapan dan meminta penjelasan kepada penyuluhnya. 
Dalam penerapan metode ini seorang penyuluh harus benar-benar memiliki persiapan yang baik dan berkaitan dengan keterampilan berkomunikasi, penguasaan materi penyuluhan kehutanan, maupun sikap terhadap sasarannya. 

c) Diskusi 
Metode diskusi memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada sasaran untuk menyampaikan tanggapannya, pendapatan, atau pun saran. Berbeda dengan metode ceramah dan kuliah, peran penyuluh dalam metode ini relative kecil. Kehadiran penyuluh lebih banyak sebagai fasilitator atau nara sumber dan bukan semata-mata sebagai informan. 

Sebaiknya cara diskusi diselenggarakan pada waktu tertentu secara teratur. Usaha menghidupkan kelompen capir kehutanan di pedesaan, acara diskusi merupakan media yang efektif. Topik diskusi sebenarnya dapat berasal dari adanya media penyuluhan kehutanan yang lain. Hasil diskusi dalam penyuluhan kehutanan harus berupa perumusan dari hasil beberapa pemikiran para petabi untuk kemudian dilaksanakan bersama. Dalam melaksanakan acara diskusi, seorang penyuluh kehutanan tidak perlu banyak berbicara dan memegang kendali diskusi. 

d) Kursus 
Kursus pada masyarakat tani hutan sebenarnya merupakan sistem penyuluhan kehutanan yang dapat digunakan beberapa media dan metode penyuluhan kehutanan. Kursus tani hutan merupakan sistem pendidikan pemanfaatan hutan dan lahan disekitarnya untuk masyarakat yang berdiam di sekitar hutan dalam usaha membantu dan membimbing keluarga menyangkut cara kerja dan teknik pemanfaatan lahan dan hutan dengan baik. Dalam penyuluhan kehutanan yang ampuh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. 

Kursus tani hutan dapat juga dianggap sebagai alat untuk mempertebal pengertian dan kesadaran petani dalam usaha memperbaiki kesejahteraannya. Dengan kata lain, tujuan kursus tani hutan adalah meningkatkan pengertian pengetahuan kecakapan dan kegiatan etani dalam rangka memanfaatkan lahan dan hutan untuk kesejahteraannya. 

7. Kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa atau kelompen capir 

Kelompen capir sebenarnya merupakan kelompok secara rutin memburu informasi dari media massa yang nilainya bermanfaat bagi pemenuhan atau untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapinya dan mendiskusikannya dalam pertemuan berkala yang telah mereka sepakati bersama. Dengan demikian kelompen capir sebenarnya adalah kelompok diskusi, tetapi sumber informasi yang dimanfaatkan tidak bersumber atau berasal dari penyuluh kehutanan, melainkan dari media massa. 

Seperti halnya metode diskusi, metode kelompen capir sangat efektif untuk mempengaruhi sikap, pengetahuan atau bahkan keterampilan anggotanya, pada tahapan sadar, minat, menilai atau juga mencoba.
0 komentar

MUSDA PERHIPTANI KABUPATEN AGAM

Pada hari ini Kamis kemarin bertempat di Hotel Imran Bukittinggi telah dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Agam. acara yang dibuka secara langsung oleh Bapak Bupati Agam, Indra Catri. dihadiri oleh seluruh anggota yang merupakan penyuluh pertanian se-Kabupaten Agam.

Acara yang beragendakan 
1. Musyawarah Daerah DPD PERHIPTANI KAB. AGAM
2. Pemilihan Pengurus DPD PERHIPATANI KAB. AGAM periode 2012 - 2017
3. Pembahasan Rencana Kerja DPD Perhiptani
4. Penyerahan Cenderamata ke Anggota yang Purna Karya

Dengan Tema "Melalui MUSDA PERHIPTANI Kab. AGAM kita tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Penyuluh di Kabupaten Agam"


Dalam Musyawarah Daerah Perhiptani Kabupaten Agam tersebut telah dipilih dan ditetapkan Pengurus Perhiptani Kabupaten Agam Periode 2012-2017 dengan susunan Pengurus : 

1. Ketua : Aswirzal, SP 
2. Wakil Ketua : Zakirnalis 
3. Sekretaris : Anwar, SP 
4. Wakil Sekretaris : Sunaryo, A.Md 
5. Bendahara : Virgi Astuty, SP 
6. Bidang Profesi dan SDM : Hj. Elfida, S.PKP 
7. Bidang Litbang : Suswati,SP 
8. Bidang Kehumasan/Publikasi : Lukman, SP dan Asral, SP 
9. Bidang Kerjasama : Rizki Fadhli, SP 
10. Bidang Sosial : Warnerim, SP 

dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan apa yang diamanatkan anggota dalam musyawarah dapat terwujud. (sumber. Rizki Fadli, SP)
0 komentar

RAGAM METODE PENYULUHAN (2)

2. Surat menyurat 

Metode surat menyurat adalah metode penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh melalui pengiriman barang cetakan (gambar, leaflet, booklet, buletin, majalah, dan lain-lain), kepada sasrannya, baik perorangan maupun kelompok. Karena itu, metode karyawisata sering kali juga merupakan bagian dari pelaksaan metode pertemuan yang disamping merupakan acara selingan untuk menghibur, juga untuk menambah pengalaman yang menunjang materi yang telah disampaikan agar proses adopsi dapat lebih cepat dicapai. Disampinng itu, karyawisata dimaksudkan juga untuk menumbuhkan imajinasi dan merangsang daya pikir kreatif pada diri sasarannya. 

3. Karyawisata 

Beberapa sasaran (objek) karyawisata yang dipilih dapat berupa : 
Individu atau kelompok yang memiliki kesamaan kondisi seperti yang dimiliki sasaran , tetapi telah melakukan kegiatan-kegiatan yang mencapai prestasi yang lebih baik dengan menerapkan inovasi-inivasi yang belum atau sedang disuluhkan 
Lembaga-lembaga penelitian atau pusat-pusat informasi yang diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman baru, menunjukkan alternatif-alternatif. 
Metode karyawisata, sebenarnya tidak banyak berbeda dengan metode kunjungan (anjangsana dan anjangkarya) bedanya adalah : 

Penyuluh dengan mengajak sasaran penyuluhannya (perorangan atau kelompok) mengunjungi objek tertentu yang sudah direncanakan/dipilih. Jadi sasaran penyuluhan adalah yang diajak bukannya yang dikunjungi. 
Dalam karyawisata, kegiatan penyuluhan dibarengi dengan upaya menghibur sasaran penyuluhannya. 
Metode karyawisata ini, dimaksudkan untuk menambah wawasan (sikap dan pengetahuan) sasaran penyuluhan untuk melakukan studi banding antara pengalaman-pengalaman yang sudah dimilikinya dengan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh setelah mengunjungi objek-objek yang dituju. 

Metode karyawisata ini, seringkali dikaitkan dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang menggunakan metode lain baik yang sedang, telah atau akan dilaksanakan. 

Dalam melaksanakan metode ini, bila tidak dikombinasikan dengan metode lain, hanya akan menambah pengetahuan petani saja, menggugah kesadaran, minat dan menilai sampai mencoba, sedang untuk menambah keterampilan sering kali kurang efektif. Karena itulah kegiatan penyuluhan kehutanan dengan metode ini perlu dikombinasikan dengan metode lain misalnya melalui media kelompen capir. 

4. Kunjungan (anjangsana dan anjang karya) 

Baik metode anjangsana dan anjang karya, keduanya merupakan metode kunjungan yaitu penyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh kehutanan dengan melakukan kunjungan kepada sasarannya dengan perorangan dan kelompok, baik di rumah/di tempat tinggal (anjangsana) atau pun di tempat-tempat mereka biasanya melakukan kegiatan sehari-hari (anjang karya). 

Metode ini sangat efektif dan akan lebih efisien jika diterapkan untuk sasaran yang setidak-tidaknya sudah pada tahap “menilai” untuk mempengaruhi pikiran dan keterampilannya.
0 komentar

RAGAM METODE PENYULUHAN (1)

Add caption
Ragam metode penyuluhan kehutanan dapat dibedakan menurut ; media yang digunakan, hubungan penyuluh dan sasaran serta pendekatan psikologi yang dilakukan penyuluhnya. Ragam metode penyuluhan kehutanan cukup banyak, tinggal bagaimana seorang penyuluh kehutanan dapat menganalisis masalah yang dihadapi masyarakat tani hutan, kondisi sosial ekonominya dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan pemanfaatan hutan oleh masyarakat. 

Adapun ragam metode penyuluhan kehutanan itu, yaitu sebagai berikut : 

1. Metode individu, kontak tani hutan, kelompok tani hutan, himpunan tani 

a) Metode individu 
Individu kunci adalah individu yang maju ( inovatif), termasuk dalam golongan “penerap dini” yang atas dasr kesadarannya bersedia (tanpa menuntut upah) bekerja sama sebagai rekan sekerja penyuluh kehutanan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan bagi warga masyarakat sekitar (terutama dilingkungan sosialnya sendiri). 

Metode penyuluhan individu adalah metode yang menggunakan individu-individu sebagai sasaran utama penyuluhan. Artinya, di dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan, penyuluh selalu melakukan kontak pribadi secara berkelanjutan dengan individu-individu kecil tersebut untuk kemudian selaras dengan karakteristik individu seperti yang dikemukakan di atas, mereka diharapkan dapat meneruskan kegiatan penyuluhan tersebut kepada seluruh warga masyarakat sebagai penyuluh “sukarela”. 

Metode ini sangat efesien karena penyuluh tidak perlu berhadapan langsung dengan seluruh warga masyarakat dan lebih efektif karena penyuluhan dilakukan sendiri oleh individu yang sudah dikenal, diakui dan dipanuti oleh masyarakat setempat. 

b) Kontak tani hutan 
Anggota kelompok tani hutan biasanya merupakan petani pemilik lahan garapan atau penggarap lahan orang lain, pengalamannya dalam berusaha tani telah banyak, dinamis dan mempunyai pandangan yang positif terhadap teknologi pemanfaatan hutan yang baru karena keinginannya untuk mencapai peningkatan dalam produksinya memanfaatkan lahan dan hutan. Seorang kontak tani mempunyai pengaruh positif dilingkungan perkampungannya. 

Kontak tani hutan terdiri dari sekumpulan petani (biasanya terdiri dari 15 orang) yang mempunyai kepentingan bersama dalam usaha tani. Organisasinya bersifat non formal, namun demikian dapat dikatakan kuat karena dilandasi oleh kesadaran bersama dan azas kekeluargaan. Biasanya menjadi motor dalam kelompok ini adalah kontak tani hutan yang hubungannnya dengan para anggota kelompok itu demikian erat dan luwes dan atas dasar kewajaran. Kelompok tani hutan terbentuk atas dasar kesadaran , jadi tidak secara terpaksa. Kelompok ini menghendaki terwujudnya pemanfaatan hutan dengan cara bijaksana, terutama memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian, misalnya dengan sistem Agroforestry, usaha tani yang optimal dan keluarga tani yang sejahtera dalam pengembangan hidupnya. 

Adapun fungsi kelompok tani hutan, yaitu sebagai wadah terpeliharanya dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan serta kegotong-royongan. Fungsi ini terjabarkan dalam kegiatan ; pengadaan saran produksi (saprodi) yang murah dengan cara melakukan pembelian secara bersama (massal); pengadaan bibit tanaman yang resisten untuk kepentinga para angotanya dengan jalan mengusahakan kebun bibit bersama; mengusahakan kegiatan pemberantasan/pengendalian hama/penyakit tanaman secara terpadu; guna kepentingan bersama berusaha memperbaiki prasarana-prasarana yang menunjang usaha taninya (saluran air, terasering lahan, penanggulangan erosi, perbaikan jalan setapak, dll; menyelenggarkan demonstrasi cara bercocok tanam dengan mengkombinasikan tanaman hutan dan tanaman pertanian (Agroforestry), cara mengatasi ham/penyakit tanaman yang dilakukan bersama penyuluh kehutanan; dan mengadakan pengolahan hasil secara bersama agar terwujud kualitas yang baik dan seragam dan kemudian mengusahakan pula pemasaran secara bersama agar terwujud harga yang baik dan seragam. 

c) Himpunan tani 
Himpunan tani merupakan organisasi para petani yang formal, beranggaran dasar dan berpengurusan yang layak. Para anggotanya terdiri dari kelompok petani-petani yang ada di pedesaan atau disekitar areal hutan/pertanian. Kegiatannya pun tak jauh berbeda dengan kelompok tani yaitu sebagai media masyarakat tani yang berkembang dengan dinamis, sebagai alat untuk mewujudkan perubahan-perubahan baru yang maju dilingkungan para petani dan sebagai wadah penyatuan aspirasi yang sehat sesuai dengan keinginan atau hati nurani para petani. Surat kabar, radio, dan televisi, majalah tentang kehutanan, pamflet, leaflet, dan poster merupakan media mati dalam kegiatan penyuluhan kehutanan.
1 komentar

PRINSIP-PRINSIP METODE PENYULUHAN

Satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap penyuluh kehutanan sebelum menerapkan suatu metode penyuluhan adalah ia perlu memahami prinsip-prinsip metode penyuluhan yang dapat dijadikannya sebagai landasan memilih metode yang tepat. 

Beberapa prinsip metode penyuluhan kehutanan yang perlu diperhatikan oleh seorang penyuluh kehutanan adalah : 

1. Pengembangan untuk berfikir kreatif 
Melalui penyuluhan kehutanan, bukanlah dimaksudkan agar masyarakat sasaran selalu menggantungkan diri pada petunjuk, nasehat, atau bimbingan penyuluhnya. Tetapi, sebaiknya, melalui penyuluhan harus mampu dihasilkan masyarakat tani hutan yang dengan upayanya sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya dalam memanfaatkan hutan, serta mampu mengembangkan kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang diketahuinya untuk terus menerus dapat memperbaiki mutu hidupnya. Karena itu, pada setiap kegiatan penyuluhan, seorang penyuluh harus mampu memilih metode yang sejauh mungkin dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitas masyarakat sasarannya. 

2. Tempat yang paling baik adalah ditempat kegiatan sasaran 
Dalam banyak kasus kegiatan penyuluhan kehutanan sebaiknya dilaksanakan dengan menerapkan metode-metode yang dapat dilaksanakan dilingkungan pekerjaan (kegiatan) sasarannya, hal tersebut dimaksudkan agar: 

Tidak mengganggu (menyita waktu) kegiatan rutinnya. 
Penyuluhan kehutanan dapat memahami betul keadaan sasaran, termasuk masalah-masalah yang dihadapi dan potensi serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu hidup mereka. 
Kepada sasaran untuk ditunjukkan contoh-contoh nyata tentang masalah dan potensi serta peluang yang dapat ditemukan di lingkungan pekerjaannya sendiri, sehingga mudah dipahami dan diresapi serta diingat oleh petani. 

3. Setiap individu terikat dengan lingkungan sosialnya 
Sebagai makhluk sosial, setiap individu akan selalu berperilaku sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya, setidak-Tidaknya akan berusaha menyesuaikan diri dengan perilaku orang-orang sekitarnya. 

Karena itu, kegiatan penyuluhan kehutanan akan lebih efisien jika diterapkan hanya kepada warga masyarakat tani hutan, terutama yang diakui oleh lingkungannya sebagai panutan yang baik. 

4. Ciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran 
Kegiatan penyuluhan adalah upaya mengubah perilaku orang lain secara persuasif dengan menerapkan sistem pendidikan. Hubungan pribadi yang akrab antara penyuluh dengan sasarannya akan memperlancar kegiatan penyuluhan itu sendiri. 

Keakraban hubungan antara penyuluh dan sasaran ini menjadi sangat penting, karena dengan keakraban ini aka tercipta suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan menyampaikan pendapat. Disamping itu, saran-saran yang disampaikan penyuluh kehutanan dapat diterima dengan senang hati seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa ada prasangka atau merasa dipaksa. 

5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan 
Kegiatan penyuluhan adalah upaya untuk mengubah perilaku sasaran, baik pengetahuan, sikapnya atau keterampilannya. Dengan demikian, metode yang diterapkan harus mampu merangsang sasaran untuk selalu siap (dalam arti sikap dan fikiran) dengan sukahati atas kesadaran ataupun pertimbangan nalarnya sendiri melakukan perubahan-perubahan demi perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarga, dan masyarakat.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AGAM EXTENSION - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger